Tuesday, May 29, 2007

Setoran BUMN Berkinerja Bagus Sebaiknya Dikurangi

Jakarta, Kompas - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengajukan pemikiran bahwa setoran dividen untuk APBN dari BUMN yang berkinerja bagus sebaiknya dikurangi. Dividen tersebut hendaknya dikembalikan sebagai modal agar kinerja perseroan bisa menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (28/5) di Jakarta.

"Filosofinya kan uang yang bagus itu harusnya dikembangkan. Jadi don't throw good money into bad one. Jika sebuah BUMN itu potensi tumbuhnya luar biasa besar harusnya dividen itu ditanam kembali. Dengan demikian modal BUMN tersebut bisa bertambah dan bisa meningkatkan leverage-nya," kata Sofyan.

Dia menambahkan, BUMN yang pertumbuhannya sangat cepat namun kemudian dividen yang harus disetor ke APBN terlalu besar, tentunya kinerja akan jalan di tempat. "Namun pemikiran mengenai pengurasan setoran dividen ini perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Menteri Keuangan, Menteri Perekonomian, Panitia Anggaran DPR RI, dan lain lain. Karena itu juga trade off antara pertumbuhan BUMN dan kebutuhan APBN," katanya.

Data Kementerian BUMN menunjukkan kontribusi setoran dividen terhadap APBN terus meningkat dari Rp 9,8 triliun pada 2004 menjadi Rp 12,8 triliun pada 2005, dan Rp 21,40 triliun pada 2006. Jumlah setoran dividen tahun 2006 tersebut termasuk carry over dividen PT Pertamina sebesar Rp 3,5 triliun dan dividen interim PT Telkom sebesar Rp 500 miliar.

Kontribusi Pajak Penghasilan (PPh) Badan BUMN terhadap APBN angkanya juga terus meningkat dari Rp 39 triliun pada 2004 meningkat menjadi Rp 42,8 triliun pada 2005, dan menjadi Rp 45,3 triliun pada 2006.

Dari sisi hasil privatisasi BUMN terhadap APBN, angkanya Rp 3,5 triliun pada tahun 2004, tidak ada di tahun 2005, dan Rp 2,09 triliun di tahun 2006.

"Jadi nanti kami akan membicarakan mengenai pengurangan setoran dividen ini antar pemerintah dulu. Berapa kebutuhan APBN, dan berapa yang diharapkan dari BUMN. Prinsipnya, bagaimana BUMN ini bisa menambahkan modalnya sehingga leverage juga meningkat. Dengan demikian, usahanya juga dapat dikembangkan," kata Sofyan. (TAV)

No comments: