Saturday, February 2, 2008

Disain Packaging: Bagaimana Bila Harus Berubah?




SEBAGAI seorang pemasar kita tentu mengetahui pentingnya arti packaging atau kemasan bagi sebuah produk. Konsep kemasan yang telah "dipatenkan" oleh ahli-ahli pemasaran dalam rumus klasik bauran pemasaran produk 4P, adalah salah satu komponen utama ang wajib dikonsepkan dengan seksama untuk menciptakan sebuah produk yang mampu bersaing di pasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami telah menyaksikan bagaimana rekan-rekan dari kalangan produsen (product manager & marketing manager dan tim mereka), dan juga dari agency telah mencurahkan perhatian mereka untuk menciptakan produk dengan kemasan-kemasan yang menarik dan berkualitas.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu manakala produsen ingin mengganti desain packaging. Banyak faktor yang menjadi perhatian produsen saat memutuskan untuk mengganti desain packaging produk, namun pertimbangan yang biasanya menjadi permasalahan adalah: "Apakah konsumen akan menyukai desain kemasan baru?"

Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai packaging sebuah produk. Dalam beberapa survei dan Focus Group Discussion yang telah kami lakukan, kami mencatat ada beberapa hal penting yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai sebuah desain packaging. Hal-hal tersebut antara lain adalah disain perwajahan, fungsi, dan informasi yang diberikan melalui packaging.

Faktor disain perwajahan biasanya menyangkut wilayah estetika, seperti pemilihan warna, font huruf yang digunakan dan tata grafis. Kadangkala pemasar bisa terjebak dengan selera pribadinya, karena faktor estetika sangat erat hubungannya dengan selera individu.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan bagi pemasar dalam menentukan desain perwajahan yang tepat bagi produknya:
1. Segmentasi konsumen. Disain perwajahan erat hubungannya dengan selera individu. Oleh karena itu, melalui desain perwajahan produsen dapat mengomunikasikan dengan tepat, bagi siapa produk ini layak digunakan. Apakah pria-wanita, tua-muda, dan lain sebagainya.

2. Karakteristik produk. Dari segi fungsi dan pengkategorian, sebuah produk memiliki kategori yang khas. Apakah itu produk lokal yang ingin dicitrakan sebagai produk impor, ataukah produk perawatan kulit yang bersifat medicated namun ingin dicitrakan sebagai produk kosmetik.

Kekeliruan dalam menterjemahkan segmentasi konsumen dan karakteristik produk ke dalam disain perwajahan kemasan, dapat membuat konsumen ragu-ragu untuk menjatuhkan pilihan mereka dalam membeli produk kita.

Namun apabila kita telah menerjemahkan faktor-faktor tersebut secara tepat, perubahan desain dalam rangka re-juvinating tidak akan berpengaruh terhadap preferensi konsumen. Tentu saja hal ini berlaku selama tidak ada perubahan mendasar terhadap konsep segmentasi dan karakteristik produk.

Apabila Anda merasakan ingin melakukan sesuatu terhadap disain perwajahan packaging produk Anda, jangan ragu untuk melakukan perubahan. Selama konsep Anda sesuai segmen konsumen dan karakteristik produk yang bersangkutan.

Inu Machfud R
BMI Research Jakarta
(mbs)

No comments: