Saturday, October 20, 2007

IMF Krisis Modal, Asia Pupuk Cadangan Devisa


Washington, Kamis - Dana Moneter Internasional atau IMF menghadapi persoalan penyusutan cadangan modal sehingga dikhawatirkan kehilangan kemampuannya membantu negara-negara yang kesulitan, demikian pendapat lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s, Kamis, (Jumat WIB).

Menurut S&P, institusi keuangan global itu "akan terus kehilangan modal—dan berisiko kehilangan kemampuan menjalankan perannya—jika gagal memperbaiki keuangan mereka".

Cadangan IMF menyusut sekitar 110 juta dollar AS pada tahun anggaran yang berakhir 30 April lalu. "Dengan tren ini, IMF akan kehilangan dua kali lebih besar pada tahun anggaran 2008," kata John Chambers, Ketua Komisi Rating S&P.

Pengikisan modal IMF akibat rendahnya pinjaman yang diberikan, juga percepatan pembayaran pinjaman dari debitornya.

Indonesia termasuk negara pengutang yang telah membayar utangnya pada IMF.

Pada awal tahun, IMF mengatakan, jika tidak ada perubahan, defisit mereka akan meningkat menjadi 224 juta dollar AS pada tahun anggaran 2008.

IMF masih memiliki cadangan sekitar sembilan miliar dollar AS berupa emas dan uang tunai. Namun, organisasi itu perlu mempertimbangkan menjual sebagian emasnya untuk investasi lain yang menguntungkan guna memupuk cadangan lagi. IMF memiliki lebih dari 3.200 ton emas sebagai cadangan modal, sampai sekarang belum ada yang dijual.

Negara Asia

Negara-negara Asia mencatat kenaikan cadangan devisa 198 miliar dollar AS pada triwulan III-2007 sehingga total cadangan devisa Asia secara kumulatif mencapai 3,72 triliun dollar AS.

Per September, bank sentral China mengumumkan cadangan devisanya 1,4 triliun dollar AS, terbesar di dunia. Bank-bank sentral di Asia kini menumpuk cadangan devisa dari surplus perdagangan dan investasi asing. (AFP/DIS)

No comments: