Wednesday, October 17, 2007

Nobel Ekonomi untuk Perbaikan Pasar


Simon Saragih

Pernahkah pemerintah berpikir bagaimana seharusnya kekayaan minyak, gas, emas, dan lain-lain dikelola hingga memberi kemakmuran maksimal bagi rakyat? Atau, apakah penguasaan kekayaan alam itu hanya menguntungkan perusahaan serta elite yang mungkin berkolusi?

Sejauh ini pengusahaan kekayaan alam itu belum menghasilkan kemakmuran maksimal bagi rakyat seperti isi Pasal 33 UUD ’45. Mungkin ada yang salah dengan mekanisme pengelolaan kekayaan alam itu. Jika demikian, sebaiknya elite kita belajar kepada tiga ekonom Amerika Serikat peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2007, yakni Leonid Hurwicz, Eric S Maskin, dan Roger B Myerson. Mereka meraih hadiah tersebut karena mengembangkan fondasi bagi teori desain mekanisme.

Apa itu teori desain mekanisme? Menurut Fakultas Teknik Elektro dan Sains Komputer Harvard University, teori desain mekanisme adalah bagian dari teori ekonomi mikro dan teori permainan. Desain mekanisme memikirkan bagaimana cara mengimplementasikan sebuah sistem yang paling baik untuk mengatasi masalah yang melibatkan banyak agen, di mana masing-masing agen memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Teori ini sarat dengan unsur matematis.

Hurwicz mengatakan, kegunaan dari karya mereka sulit dicerna oleh awam, bahkan oleh pakar ekonomi non-matematika. Konkretnya, teori ini adalah soal perancangan sebuah mekanisme yang bertujuan menghasilkan output terbaik, dari segi harga dan efisiensi. Misalnya, jika sebuah negara memiliki perusahaan monopoli dan oligopoli, lalu dipikirkan bagaimana agar pemegang monopoli dan oligopoli tidak mengenakan harga terlalu tinggi. Hal ini misalnya bisa diatasi dengan mengenakan pajak tambahan pada perusahaan. Dana itu kemudian dialokasikan sebagai kompensasi kepada konsumen yang merasa dirugikan.

Perilaku buruk oligopoli dan monopoli juga bisa diatasi dengan membuat sistem yang menghilangkan struktur pasar monopoli dan oligopoli, seperti membabat barrier to entry (hambatan masuk pasar bagi pelaku lain).

Pareto optimal

Teori mereka pada dasarnya bertujuan mencari solusi atas pertanyaan-pertanyaan berikut. Bagaimana meraih kemakmuran semaksimal mungkin atas penggunaan sumber daya yang langka? Bagaimana memakmurkan semua orang relatif secara merata tanpa ada yang dirugikan? Inilah yang juga disebut sebagai pareto optimal, temuan ekonom dan sosiolog Italia, Vilfredo Pareto.

Adam Smith, bapak ekonomi, dalam buku The Wealth of Nation mengatakan, semua hal akan relatif beres dengan peran tangan tersembunyi (invisible hand), yang bekerja di sebuah sistem yang disebut mekanisme pasar. Pasar menentukan segalanya.

Akan tetapi, mekanisme pasar akan bekerja baik jika semua agen ekonomi, katakanlah manusia, mendapatkan kesempatan yang sama, informasi yang sama, dan kemampuan yang sama. Mekanisme pasar akan jalan jika semua orang jujur, tulus, dan tidak terlalu rakus sehingga merugikan orang lain. Ini adalah utopia.

Lagi, mekanisme pasar tidak selalu otomatis menghasilkan produk dan jasa paling efisien, dengan harga paling terjangkau oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan, air minum, dan barang-barang publik lain tak selalu bisa diadakan dengan mengandalkan mekanisme pasar. Diperlukan insentif dan kebijakan yang merangsang pelaku ekonomi untuk menyediakan barang publik itu dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Temuan trio ini menentukan kapan mekanisme pasar tidak bisa bekerja efektif dan kapan campur tangan pemerintah diperlukan. "Jangan bersandar pada kekuatan pasar untuk kelestarian lingkungan, pengadaan pelayanan kesehatan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat," kata Maskin, kini tinggal di rumah almarhum Albert Einstein.

"Karena itu, teori mekanisme desain menanyakan prosedur seperti apa yang diperlukan agar kita bisa memutuskan sesuatu secara benar," kata Maskin.

Melengkapi komentar Maskin, Myerson mengatakan, kegagalan mekanisme pasar membuat para sosialis mengkritik mekanisme pasar yang hanya menguntungkan para kapitalis dan membuat banyak warga di negara kapitalis juga tertinggal.

"Di era kami, ini adalah isu besar," kata Myerson, peneliti esensi perbedaan lembaga politik dan ekonomi di negara maju dan negara miskin. Perbedaan itu melahirkan kinerja yang berbeda walau sama-sama menerapkan mekanisme pasar. "Karena itu. Anda memerlukan model ekonomi yang benar untuk ekonomi yang menjalani transisi dari sistem sosialisme ke mekanisme pasar," kata Myerson.

Guru

Maskin dan Myerson terinspirasi oleh Hurwicz. Pada tahun 1972, Hurwicz mulai mendiskusikan tentang pentingnya para ekonom menganalisis masalah insentif dan komunikasi, yang diperlukan untuk memperbaiki rancangan mekanisme pasar.

Ini bertujuan membuat perekonomian bekerja efektif. Atas dasar itu, Maskin dan Myerson melakukan riset pada dekade 1970-an, melanjutkan karya Hurwicz tahun 1960-an.

Hurwicz, acuan mereka, sempat pasrah tidak akan pernah mendapatkan hadiah Nobel walau Kenneth Arrow sudah meraih hadiah serupa tahun 1972, padahal dasarnya adalah temuan Hurwicz. "Saya kira era saya sudah berakhir. Ini adalah kejutan menyenangkan dan hadiah uang itu akan menolong seorang pensiunan," kata Hurwicz.

Hurwicz adalah figur unik. Ia tak pernah meraih gelar ekonomi walau mengajar ekonomi di University of Minnesota, Minneapolis. "Ilmu ekonomi saya dapat dari mendengar dan belajar sendiri," katanya.

Hurwicz meraih berbagai gelar kehormatan, tetapi gelar akademis sesungguhnya hanyalah master hukum dari University of Warsaw, Polandia, tahun 1938, sebelum pindah ke AS tahun 1940.

Saat Perang Dunia (PD) I, Hurwicz dan keluarganya melarikan diri ke Polandia dari Rusia. "Saya tinggalkan Rusia sebelum bisa bicara dan kemudian belajar hingga universitas di Polandia," katanya.

Hurwicz berada di Swiss ketika PD II pecah. Ia memilih pindah ke AS dan menjadi asisten untuk ekonom Paul Samuelson, peraih Hadiah Nobel Ekonomi 1970. "Jika saya masih di Warsawa saat itu, mungkin saya juga termasuk salah satu korban Auschwitz," kata ekonom keturunan Yahudi ini.

Ia menjadi profesor tamu di berbagai universitas di AS, termasuk Harvard dan Stanford, sebelum menetap di Minnesota tahun 1951. Ia melanjutkan riset ekonomi. "Satu hal terpenting dari teori desain mekanisme... termasuk soal sejarah kelembagaan ekonomi dan kebijakan pemerintah," kata Hurwicz.

No comments: