Sunday, August 19, 2007

Stiglitz : Saya Tidak Kontroversial

Tempat tinggal Joseph Stiglitz dan Anya Schiffrin di Ubud tidak terlihat dari jalan besar. "Di sini tidak ada jaringan internet dan telepon, privasi kami terjaga, tetapi dengan mudah saya mengecek surat elektronik saya, mengirim dokumen melalui Fed Ex, mudah ke bandara, dan kami punya banyak teman. Kami di sini hampir sebulan dan Joe (panggilan Stiglitz) dapat menyelesaikan bukunya," papar Anya.

Anya mengatakan, dia banyak membantu Stiglitz dalam penulisan Globalization and Its Discontents (2002) dan Making Globalization Work (2006) agar mudah dipahami orang biasa. "Bukan dari sisi ekonomi karena dia ekonomnya," tambah Anya, Direktur Program Jurnalisme, Initiative for Policy Dialogue (IPD) yang didirikan dan diketuai Stiglitz. Mengenai buku terbaru Stiglitz, Anya berharap dapat kembali menjadi editornya.

Anya menaruh perhatian membantu wartawan negara berkembang meliput bidang ekonomi dan keuangan. Bersama IPD, Anya membuat seminar untuk wartawan negara berkembang. Dia juga membuat buku panduan untuk wartawan dan situs www.journalismtraining.net.

Ketika ditanya mengapa memilih menjadi "juru bicara" bagi negara berkembang dalam dua bukunya tentang globalisasi, Stiglitz mengatakan, isu terpenting baginya adalah keadilan (fairness dan equity) di negara berkembang, di Amerika Serikat, ataupun negara industri maju.

"Jika Anda obyektif melihat, situasi dunia saat ini tidak adil untuk negara berkembang. Mereka yang di pasar keuangan punya kepentingan tertentu, punya juru bicara untuk membela posisi mereka, dan itu sebabnya debat dalam skala global terdistorsi."

Stiglitz yakin globalisasi akan membawa kemakmuran, hanya saja cara globalisasi selama ini ditangani membuat ada orang tertinggal, bahkan di negara yang mendapat keuntungan dari globalisasi, seperti China dan Amerika.

Pandangannya tidak selalu sejalan dengan semua orang. "Yang terjadi, tulisan-tulisan saya salah dipahami. Saya tidak antiglobalisasi sebab globalisasi membawa banyak keuntungan bila dikelola dengan baik. Yang saya pertanyakan pertama-tama adalah banyak aturan tidak adil untuk negara berkembang, dan kedua, banyak negara tidak dapat mengelola globalisasi dengan baik dan mereka perlu mereformasi cara mengelola globalisasi.

"Saya percaya pada pasar, tetapi pasar tidak dapat menyelesaikan persoalan begitu saja dan butuh intervensi pemerintah. Bila Anda melihat sejarah, tidak ada kontroversi di sini. Pemerintah memainkan peran penting di negara yang berhasil, AS, di Asia Timur.

"Mereka yang mengkritik saya, membela kepentingan mereka dari perspektif tertentu, yaitu model teori market fundamentalism yang sudah ketinggalan dan tidak didasarkan atas teori ekonomi, tetapi lebih atas dasar ideologi. Teori ekonomi sangat jelas menggambarkan, ketika terjadi kompetisi tidak sempurna, informasi tidak sempurna, atau risiko yang tidak semua pihak mengetahui, pasar tidak bekerja. Dan, ini bukan sesuatu yang kontroversial, ini dijelaskan di semua program pascasarjana dunia. Hanya mereka dengan agenda politik tertentu melihatnya sebagai kontroversial. (NMP/MH)

No comments: