Wednesday, March 12, 2008

Jalan Rusak, Pungli Capai Rp18 Triliun per Tahun


JAKARTA, RABU - Sebuah angka fantastis disebutkan Anggota Komisi V DPR, Abdullah Azwar Anas mengenai imbas jalan rusak. Kata Anas, semakin tinggi tingkat kerusakan jalan, maka pungutan liar (pungli) pun semakin tinggi. Menurut data Organda, setiap tahunnya pungli mencapai Rp18 triliun.

"Kerusakan jalan ini tidak hanya menyebabkan inefisiensi terhadap sistem logistik nasional. Laporan Organda, pungli rata-rata 18 triliun. Jadi, jalan semakin rusak maka pungli semakin tinggi," ujar Anas kepada para wartawan, di Press Room Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/3).

Sejumlah datapun dipaparkan Anas. Panjang jalan nasional mencapai 34.628 km, dengan kapasitas 48 persen dibawah standar dan hanya 1 persen yang sesuai dengan kriteria jalan raya. Pada jalan provinsi dan kabupaten sepanjang lebih dari 300.000 km, separuhnya dalam kondisi buruk.

Rinciannya, jelas Anas, di Provinsi Banten kerusakan jalan sepanjang 8,7 km, Jabodetabek 27,70 km, Jatim 32 km, Kalimantan Tengah 36,47 km, dan Sulawesi (Gorontalo) 18 km. "Dengan demikian, total kerusakan diperkirakan 172,81 km dari panjang jalan fungsional yang mencapai 1 juta 631 ribu kilometer," lanjut kader PKB ini.

Sementara itu, jalur arteri primer yang menghubungkan bagian Barat dan Timur Indonesia yaitu Jalur Pantura, kondisinya juga tak jauh berbeda. Di jalur ini, kondisi jalan rusak dan lubang yang menganga sepanjang lebih dari 332 kilometer. Padahal, jalur Pantura merupakan bagian dari ASEAN dan Asia Highways. "Untuk mengembalikan jalur pantura seperti keadaan normal dibutuhkan biaya sebesar Rp120 miliar," tambahnya

Menyikapi seriusnya kondisi jalan rusak, Senin (17/3) mendatang, sejumlah anggota Komisi V akan meninjau kondisi jalan mulai dari Jakarta, Cirebon hingga Surabaya. Nantinya, akan dicatat berapa banyak titik jalan rusak yang perlu mendapatkan tindakan perbaikan dengan segera. (ING)

No comments: